Sebelum Umrah Ketahui Beberapa Hal Berikut ini

Untuk menunaikan ibadah haji, umat Islam menumpahkan segala tanda kekayaan dan perbedaan sosial dengan mengenakan pakaian putih sederhana yang biasa disebut dengan pakaian ihram. Baju wajib haji pria terdiri dari dua kain putih tanpa jahitan atau tenun, satu menutupi badan dari pinggang ke bawah dan satu lagi di pundak. Sandal yang dikenakan jemaah juga harus dibuat tanpa jahitan.

MenurutĀ buku tematik pilihan. Sebelum mengenakan pakaian ihram, para pria mencukur rambut dan memotong jenggot serta kukunya. Wanita biasanya mengenakan gaun dan kerudung putih, atau pakaian asli mereka, dan sering mengabaikan lapisan wajah.

Pakaian ihram merupakan lambang kesucian dan kesetaraan dan berarti jama’ah dalam keadaan taat. Tujuannya adalah untuk menghilangkan semua perbedaan kelas agar semua jemaat hadir di hadapan Tuhan. Untuk tahap terakhir haji, pria dan wanita melakukan haji bersama, tanpa berpisah – tidak satu pun. perbedaan gender antara umat beriman saat ini. Kebersihan dianggap sangat penting selama menunaikan ibadah haji; Jika baju ihram kotor, haji tidak sah.

Kata ihram juga mengacu pada keadaan penyucian diri yang harus dialami jamaah saat menunaikan haji. Keadaan sakral ini ditunjukkan dengan pakaian ihram, oleh karena itu kata tersebut digunakan untuk merujuk pada pakaian suci dan keadaan mental yang diadopsi selama haji. Selama ihram, ada kondisi lain yang diikuti umat Islam untuk memusatkan energinya pada pengabdian spiritual.

Tidak membahayakan makhluk hidup: tidak ada perburuan, perkelahian atau bahasa yang kasar dan tidak ada senjata. Kebanggaan tidak dianjurkan dan kaum Muslim mendekati ibadah haji dengan asumsi bahwa keadaan sesederhana mungkin: parfum dan minyak berlebih tidak digunakan; rambut dan kuku dibiarkan dalam keadaan aslinya tanpa dipotong atau dipotong.

Hubungan pernikahan juga ditunda selama periode ini, dan pernikahan atau lamaran pernikahan ditunda sampai perawatan berakhir. Semua diskusi ilmiah atau komersial ditunda selama haji untuk memfokuskan perhatian seseorang pada Tuhan.

Pelajari prosedur umrah yang benar

Sebelum memulai perjalanan spiritual ke Mekah dan Madinah, tidak ada salahnya mempersiapkan diri dengan mempelajari ritual ibadah yang benar. Mulailah dengan bertanya kepada agen perjalanan yang mengatur umrah, membeli buku referensi yang berisi panduan kultus, mengobrol dengan anggota keluarga yang berpengetahuan atau menjelajahi situs web terkenal.

Memahami tata cara beribadah dan membaca sesuai sunnah. Biasanya tata cara umroh diawali dengan pembacaan niat dan mengenakan pakaian ihram dari miqat-miqat atau garis start saat menunaikan umrah haji.

Cari tahu perlengkapan apa yang harus dibawa

Ibarat berpergian, menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa saat umrah memastikan kenyamanan saat beribadah di Tanah Suci. Jangan sampai hal-hal penting membingungkan Anda dan membuat ibadah Anda kurang optimal.

Selain membawa baju, baju atau sarung ihram, sepatu yang nyaman dan tahan lama, buku doa, alat dan charger, masker, kacamata dan obat-obatan. Sebaiknya batasi pengangkutan barang yang terlalu banyak karena saat kembali ke Indonesia koper akan lebih berat karena dipenuhi berbagai oleh-oleh untuk keluarga.

Siapkan pakaian yang diperlukan

Selain mengenakan kain ihram, disarankan agar Anda membawa pakaian muslim pria dan pakaian serta mukena untuk wanita. Perhatikan kondisi cuaca di Makkah dan Madinah, seperti membawa jaket, sweater, dan kaos kaki tebal saat berangkat umroh di musim dingin. Untuk musim panas, siapkan baju lengan tipis, kaca mata dan masker agar nyaman saat beribadah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *