Pemimpin Rendah Hati dari Denmark

Bicara soal e-sport tentunya tidak terlepas dari peran pemain profesional yang ada di dalamnya. Berbeda dengan game seperti poker online yang mengandalkan kemampuan individu dari satu orang pemain, beberapa game e-sport lainnya seperti CSGO dan DoTA mengandalkan perpaduan skill dari beberapa pemain. Dalam sebuah tim DoTA2 sendiri terdiri dari 5 orang pemain. 5 orang dengan 5 karakter yang berbeda tentunya dibutuhkan sosok yang mampu mempimpin dan menyelaraskan ego masing-masing anggotanya. Ya, tak hanya itu seorang pemimpin juga dianggap sebagai sosok yang paling bisa diandalkan dalam menentukan arah dan strategi tim. Menurut sumber bandarqq365 negosiasi kontrak dengan partner sponsor pun diwakilkan oleh pemimpin dari suatu tim e-sport. Menjelaskan peran pemimpin tidak lengkap rasanya apabila tidak menyebutkan nama Johan Sundstein. Pria yang lahir di Denmark pada 8 Oktober 1993 ini merupakan kapten (pemimpin) sekaligus pendiri tim divisi DoTA2 OG E-sport. Johan atau akrab disapa Notail merupakalan salah satu kapten tim terbaik dalam sejarah DoTA2. Bagaimana tidak, ia berhasil mempimpin rekan rekannya untuk menjuarai turnamen paling bergengsi di jagat DoTA2 yaitu The Internasional. Tak hanya sekali, Notail dkk berhasil menjuarai sebanyak dua kali berturut turut tepatnya pada gelaran 2018 dan 2019.

Mengawali karirnya sebagai salah satu pemain termuda pada game Heroes of Newerth dan berposisi sebagai mid lane, Johan mencoba tantangan baru dan berpindah menjadi pemain DoTA2. Berbeda pada saat memainkan game sebelumnya, di DoTA2 Johan memainkan posisi support dan seketika menjadi terkenal akan keahliannya memainkan beberapa hero support seperti Chen dan Io. Selama masa transisinya dari core player menjadi support player ia mengembangkan keahlian pengendalian mikro miliknya dan menjadikannya sebagai pemain Meepo yang hebat. Disamping usianya, Johan juga pernah menjadi kapten dari tim Fnatic Dota 2.

Sebagai dampak dari menurunnya aktifitas kompetisi Heroes of Newerth, Johan mengajak beberapa mantan rekan setimnya selama bermain HoN untuk hijrah ke Dota 2. Ia adalah Jascha Markuse atau akrab disapa NoVa, Adrian Kryeziu atau dipanggil Era, dan siapa lagi jika bukan Tal Aizik atau jagat dota mengenalnya sebagai Fly. Mereka berempat hijrah ke Dota 2 pada 30 maret 2012. Mengalami awal yang cukup sulit dalam mengarungi kompetisi dota 2 pertama mereka, Notail dkk berhasil menjuarai event LAN pertamanya dalam edisi Thor Open 2012. Dan kemudian mereka berhasil mempertahankan performanya dengan mengamankan posisi teratas dalam berbagai turnemen major online serta LAN berikutnya. Hingga pada April 2013 Johan bersama timnya berhasil mendapatkan undangan pertamanya untuk mengikuti turnamen terbesar The International 2013 di Seattle. Selanjutnya tim bentukan Notail mengalami perombakan berkali kali sebelum akhirnya menjuarai The International pertamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *