Efek Positif dan Negatif Kuliah Online Di Masa Pandemi COVID-19

Kuliah online atau daring jadi opsi alternatif aktivitas belajar mengajarkan di tengah-tengah wabah COVID-19. Tahun ajaran baru perguruan tinggi yang bakal atau bahkan juga telah diawali di beberapa kampus membuat beberapa mahasiswa harus jalani kegiatan perkuliahan. Semua aktivitas belajar mengajarkan seperti dialog dan presentasi diusahakan masih tetap jalan dengan beragam rekonsilasi. untuk perkuliahan online, beberapa mahasiswa dan dosen bisa mempersiapkan piranti yang bisa memberikan dukungan kegiatan belajar mengajarkan.
Contoh nya dengan memakai sistem syncronous, seperti Webex, Zoom, Skype, Microsoft teams, Googlemeet dan sebagainya. asyncronous, seumpama eLisa, Elok, Elearning Farmasetika, Whatsapp Grup dan sebagainya, dengan masih tetap memerhatikan lanjutan proses belajar mengajarkan dan tercapainya kualitas evaluasi yang sudah diagendakan.

Efek Positif Kuliah Online

1. Manajemen waktu lebih bagus

Perkuliahan daring membuat kamu dapat mengirit waktu. Mengapa begitu? Dengan kuliah online, tidak ada waktu yang kebuang karena perjalanan berangkat ke arah universitas dan pulang ke rumah. Depresi karena perjalanan berkurang. Waktu yang ada dapat dipakai untuk istirahat, olahraga, atau mengulang-ulang bahan ajar dan melakukan pekerjaan dengan pemikiran yang lebih jernih.

2. Mahasiswa gampang mempernyerap pengetahuan

Salah satunya segi positif kuliah secara daring ialah kemudahan mahasiswa dalam pahami materi ajar. Karena tehnologi digital, mahasiswa bisa melihat perkuliahan dari dosen, seperti evaluasi secara private. Monitor presentasi yang memiliki ukuran besar bisa dilihat dari netbook, computer atau handphone langsung di muka mata. Ini pasti memberikan keuntungan dibandingkan di saat berkuliah di kelas, terkadang ada mahasiswa yang duduk terlampau jauh hingga tidak bisa tangkap dan melihat bahan kuliah secara jelas.

Dengan perkuliahan online mahasiswa bisa pahami materi lebih jelas dan bisa ajukan pertanyaan. Ini berlainan dengan perkuliahan offline, keramain kelas terkadang merepotkan mahasiswa menangkap materi yang diberikan.

3. Kelengkapan bahan ajar dari dosen

Di saat perkuliahan dilaksanakan secara offline, mahasiswa dituntut untuk cari bermacam materi sendiri, baik di perpustakaan atau di toko buku. Beda hal dengan keadaan sekarang ini, semua materi aktivitas belajar mengajar perkuliahan akan dipersiapkan oleh dosen hingga dapat mempermudah mahasiswa untuk mengulang-ulang bahan ajar di dalam rumah. Namun, sistem perkuliahan jarak jauh menentang beberapa dosen untuk membuat materi yang lebih interaktif, gampang dijangkau, serta lebih inovatif untuk membantu mahasiswa lebih gampang belajar.

Efek negatif Kuliah Online

Tetapi tidak seluruhnya perkuliahan berpengaruh positif untuk mahasiswa perkuliahan lewat cara online berefek negatif yakni benar-benar bergantung pada handphone dan internet, jika jaringan lamban atau sulit signal karena itu proses evaluasi akan ketinggalan ditambah apabila sudah meliputi ujian kuliah, memang mahasiswa yang ada dikampung halaman atau pelosok akan susah untuk terhubung internet karena susahnya koneksi internet didaerah itu.

Kamu ingin meneruskan ke tingkatan pengajaran tinggi di tengah-tengah wabah COVID-19? Yok, selekasnya masuk bersama online learning Uhamka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *