Simone Inzaghi, Wujudkan Penantian 20 Tahun Lazio hingga Gagal ke Perempat Final Liga Champions

Berikut profil Simone Inzaghi berhasil mewujudkan penantian Lazio selama 20 tahun. Simone Inzaghi menjadi pelatih pertama Lazio dalam 20 tahun terakhir yang menorehkan capaian lolos dari fase grup Liga Champions musim ini. Pelatih berkebangsaan Italia tersebut, membawa Lazio lolos dari fase grup Liga Champions dengan finish menjadi runner up.

Tergabung di grup F Liga Champions bersama Borussia Dortmund, Zenit dan Club Brugge, peforma Lazio cukup menyita perhatian lantaran tak tersentuh kekalahan. Lazio berhasil memenangkan pertandingan perdana fase grup F ketika menjungkalkan tim kuat asal Jerman, Borussia Dortmund. Klub berjuluk Biancocelesti ini cukup perkasa mengalahkan Borussia Dortmund dengan skor mencolok 3 1.

Biancocelesti sanggup meraih kemenangan dari Dortmund berkat lesakan Ciro Immobile, Jena Akpa Akpro dan gol bunuh diri tim tamu. Inzaghi yang kerap mengusung strategi 3 5 2 ini melanjutkan tren positif Lazio dalam dua pertandingan selanjutnya. Terbukti dalam dua pertandingan selanjutnya, Lazio menahan imbang Club Brugge dan mengalahkan Zenit.

Putaran pertama fase grup F Liga Champions diselesaikan Lazio dengan 7 poin dari 2 kemenangan dan 1 hasil imbang. Penampilan impresif Lazio kembali berlanjut saat putaran kedua, dengan mengalahkan Zenit dua kali beruntun serta mencuri satu poin dari Dortmund dan Club Brugge. Lima pertandingan pun telah dilakoni Lazio di fase grup F Liga Champions dengan mengumpulkan total 10 tanpa tersentuh kekalahan.

Total 10 poin tersebut menghantarkan Lazio lolos dari babak fase grup Liga Champions dengan menempati posisi kedua. Skuad Simone Inzaghi hanya terpaut 3 poin dari Borussia Dortmund yang menjadi jawara grup F Liga Champions. Lolosnya Lazio dari babak fase grup Liga Champions sekaligus memecahkan penantian 20 tahun yang sudah ditunggu.

Meskipun demikian, langkah Inzaghi bersama Lazio di musim ini harus terhenti di babak 16 besar Liga Champions. Kiprah Biancocelesti dihentikan oleh jawara bertahan Liga Champions, Bayern Munchen. Klub yang baru saja meraih sextuple itu, menghentikan Lazio dengan agregat kemenangan 6 2.

Rinciannya menumbangkan Lazio dimarkasnya dengan skor mencolok 1 4 dan berlanjut di Allianz Arena 2 1. Terhentinya kiprah Lazio di Liga Champions musim ini tetap memiliki kesan tersendiri bagi Simone Inzaghi. Ia tak menyesal langkah Biancocelesti terhenti, karena menurutnya yang membuat tersingkir merupakan salah satu tim terbaik di Dunia.

“Setelah hasil leg pertama, kami bisa mengambil risiko malu di sini malam ini jika kami tidak memiliki sikap yang benar,” kata Simone Inzaghi kepada Sky Sport Italia. “Namun, saya akan mengatakan kami memiliki kinerja yang baik secara keseluruhan, kami meninggalkan kompetisi ini dengan hormat, karena kami tidak terkalahkan dalam enam pertandingan grup. “Penyesalannya adalah leg pertama, tapi melawan juara klub Eropa dan Dunia, saya pikir kami melakukannya dengan baik malam ini," imbuhnya.

Inzaghi mengukir dua rekor sekaligus yakni membawa Lazio kembali ke Liga Champions setelah 13 tahun. Rekor berikutnya menghantarkan Lazio ke babak 16 besar Liga Champions setelah 20 tahun terakhir. “Kami tahu bahwa ada tim di turnamen yang tidak dapat kami tandingi saat ini dan Bayern Munich adalah salah satunya.

“Tujuan kami adalah lolos ke 16 besar, kami mencapai itu tanpa terkalahkan, dan sangat bangga dengan perjalanan yang kami lakukan di Eropa. "Itu akan selalu menjadi sangat sulit melawan Bayern dan kesalahan di leg pertama membuatnya semakin buruk. “Apa yang Anda sadari dalam pertandingan ini adalah mentalitas. Ketika Bayern unggul 2 1 empat menit sebelum pertandingan berakhir, David Alaba melakukan tekel tepat di dekat bangku saya, dan itu menunjukkan tekad yang mereka miliki.

“Bayern Munich adalah target maksimal yang bisa dibidik siapa pun di level klub. Sungguh luar biasa bisa mendekati level itu, tetapi kami harus ingat Lazio kembali ke Liga Champions setelah 13 tahun dan ke 16 besar setelah 20 tahun, jadi ini adalah langkah besar bagi kami. “Sekarang kami ingin mendapatkan konsistensi dan kembali ke turnamen ini lagi tahun depan," harap Inzaghi. Simone Inzaghi merupakan pelatih lokal asli Italia yang lahir di Piacenza, pada 15 April 1976.

Karier kepelatihan pertamanya juga langsung bersama Lazio dengan membesut tim junior sejak 2010. Mulainya melakoni pertandingan resmi baru pada 2014 saat naik kelas menangani Lazio U 19. Bersama Lazio U 19, Inzaghi mencatatkan 88 pertandingan dan kemudian terus naik pangkat hingga ke tim senior.

Ditunjuk bersama tim senior Lazio baru pada 2016 dan hingga sekarang sudah memimpin 231 laga resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *