Takluk dari Juventus, Pelatih Sassuolo Sebut Musim yang Seimbang hingga Singgung AC Milan

Kekalahan yang baru saja didapat Sassuolo membuat sang pelatih Roberto De Zerbi beranggapan bahwa musim ini berimbang hingga menyinggung pemuncak klasemen, AC Milan. Sassuolo baru saja menelan kekalahan 3 1 atas tuan rumah Juventus dalam lanjutan pekan 17 Liga Italia, Senin (11/1/2021) dini hari. Berlangsung di Allianz Stadium, Sassuolo yang bertindak sebagai tim tamu berhasil menahan Juventus untuk tidak menciptakan gol hingga jeda turun minum.

Namun setelah babak kedua dimulai, Juventus tampil beringas dan sukses membobol gawang Sassuolo dengan tiga gol. Tiga gol Juventus diciptakan lewat aksi Danilo (50'), Aaron Ramsey (82') dan Cristiano Ronaldo (90+2'). Tim tamu Sassuolo sempat berhasil menyamakan kedudukan lewat satu gol dari Gregorie Defrel (58').

Satu gol Defrel tak cukup membuat timnya menahan keperkasaan Juventus yang bermain di markasnya sendiri. Selepas pertandingan, Roberto De Zerbi yang menjabat sebagai pelatih Sassuolo memberikan tanggapan atas kekalahan timnya. Menurutnya hasil ini membuktikan bahwa Liga Italia musim ini berjalan seimbang ketimbang tahun sebelum sebelumnya.

Ia pun menyinggung persaingan para tim raksasa di papan atas klasemen Liga Italia yang saling memperebutkan Scudetto musim ini. De Zerbi pun mengambil contoh AC Milan yang musim ini berhasil tampil meyakinkan dengan menunjukan mentalitas dan kepercayaan dirinya. Pelatih asal Italia ini juga tak lupa bahwa sang pemegang gelar sebelumnya yakni Juventus dapat menciptakan identitas anyarnya dengan sentuhan Andrea Pirlo.

“Ini musim yang sangat seimbang, dari atas ke bawah. Pemimpin bisa kalah dari yang di tempat terakhir dan sebaliknya, ”kata Roberto De Zerbi kepada Sky Sports dikutip dari Football Italia. “Dari apa yang saya lihat sejauh ini, Milan adalah yang paling meyakinkan, sebagian karena mentalitas dan kepercayaan diri mereka. "Mereka tahu identitas mereka dan dapat mengandalkan itu. Saya juga menyukai Juventus. Karena tidak mudah untuk menciptakan identitas dalam waktu yang singkat dengan pelatih baru.

"Banyak pemain baru di dalam Juventus dan mereka tidak menjalani pelatihan pramusim yang sesungguhnya bersama pelatihnya," imbuhnya. Pelatih berusia 41 tahun tersebut juga memberikan pandangannya terhadap permainan Sassuolo. Menurut De Zerbi dibalik kekalahan ini, Sassuolo sudah menunjukan perkembangan yang signifikan dalam beberapa musim terakhir.

Dirinya pun juga menjelaskan alasannya menarik keluar Vlad Chiriches di penghung laga yang menyisakan tiga menit. Bek asal Romania itu dinilai mengalami kelelahan dan ia pun tak memaksanya untuk tampil mengakhiri pertandingan. “Kami telah berubah musim ini dibandingkan dengan dua tahun terakhir, seperti yang kami lakukan sekarang di dalam lapangan,” terangnya.

“Saya pikir Vlad Chiriches hanya lelah, karena dia baru saja berlari ke ujung sana. Dia berasal dari sekolah Maurizio Sarri di Napoli, jadi dia tahu waktu untuk hal hal ini. “Saya ingin memenangkan pertandingan, tanpa rasa arogansi, karena saya tahu bahwa kami memiliki kesempatan untuk melakukannya. "Kalah di sini tidak akan membuat banyak perbedaan, jadi sebaiknya kita melakukan di pertandingan lain," tukas De Zerbi.

Hasil kekalahan ini tidak menggoyahkan posisi Sassuolo di urutan ketujuh dengan raihan 29 poin. Sementara Juventus berhasil merangsek naik ke posisi empat dengan 33 poin dan terpaut 1 angka dari AS Roma yang berada diatasnya. Benevento 1 4

0 Bologna 0 Torino AS Roma 2 2 Inter Milan

Parma 0 2 Udinese 1 2 1 Crotone

0 Cagliari 1 Sassuolo Selasa, 12 Januari 2021

Pukul 02.45 WIB Spezia vs Sampdoria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *